Macam dan Jenis Material Batu Alam untuk Hunian Modern
Batu alam merupakan salah satu material favorit dalam dunia desain arsitektur dan interior. Selain memiliki karakter visual yang kuat, setiap jenis batu alam juga menawarkan keunikan warna, tekstur, serta tingkat kekerasan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan desain. Secara umum, batu alam dapat dibedakan berdasarkan proses penciptaannya. Faktor seperti warna, tekstur, tingkat kekerasan, hingga besar–kecilnya pori-pori menjadi penanda utama yang dapat terlihat secara kasat mata. Di pasaran, batu alam tersedia dalam bentuk alami seperti kerikil, hingga bentuk olahan yang dipotong mesin atau dikeringkan melalui proses pembakaran. Variasi jenis, ukuran, dan harga yang beragam membuat material ini mudah diaplikasikan pada berbagai konsep desain, mulai dari eksterior, interior, hingga elemen dekoratif.
Berikut adalah beberapa jenis batu alam yang banyak ditemukan dan digunakan dalam konstruksi maupun desain rumah
Batu Andesit dan Candi
Batu Andesit/Candi berasal dari gunung berapi, warnanya abu-abu tua atau hitam> Batu Andesit ada yang berbinting hitam, bitnik hitam ini muncul akibat prose pembakaran lebih lanjut. Batu Andesit dan Candi memiliki pori-pori sehingga mudah menyerap air.
Batu Kali/ Batu Sabak
Berbeda dengan Andesit batu kali memiliki pori-pori yang kecil. Memiliki susunan yang berlapis-lapis sehingga mudah dibelah menjadi lempengan-lempengan tipis, batu ini banyak dikenal dengan istilah Batu Templek. Batu Kali memiliki warna yang beragam, mulai dari abu-abu, hijau, merah tua dan hijau tua.
"Untuk mempertahankan warna dan tekstur batu alam, gunakan lapisan pelindung ( coating), perlakukan lapisan pelindung rutin setiap tahun."
Batu Susun Sirih
Istilah ini merujuk pada batu alam yang disusun bertumpuk mengikuti sisi yang lebih pipih. Jenis batu yang dipakai umumnya adalah batu Templek. Batu jenis ini tersedia dalam bentuk lempengan Panjang yang kecil
Batu Palimanan
Sejenis batu pasir, Batu Palimanan yang paling umum terdapat dipasaran adalah yang berwarna kuning dan putih dengan permukaan rata. Motif berupa alur-alur yang lebih gelap menambah menarik penampilan batu.
Batu Paras
Batu Paras di pasarann berasal dari dua daerah yang berbeda, di Bali di kenal dengan sebutan Paras Taro sementara Paras Yogya berasal dari Yogya. Kedua jenis batu ini sebetulnya digolongkan sebagai batu pasir, yaitu batu yang terbentukdari butiran pasir yang mengeras. Batu Paras dapat diukir dengan bentuk tertentu.