Merencanakan Kamar Tidur untuk Lansia yang Aman, Nyaman, dan Fungsional
Kamar tidur adalah tempat bagi Sebagian lansia menghabiskan waktu setidaknya 8 jam sehari. Seharusnya kamar tidur menjadi tempat yang tenang di mana lansia dapat bersantai dan melepas penat. Langkah pertama untuk memastikan hal ini bagi seseorang dengan mobilitas terbatas adalah menempatkan kamar tidur di lantai yang mudah diakses. Biasanya adalah lantai dasar kecuali jika terdapat fasilitas lift khusus.
Kamar tidur yang mudah diakses adalah kamar tidur yang mudah untuk lalu lalang penyandang disabilitas. Membuat kamar tidur lansia harus mengikuti standar, pedoman dan peraturan yang tersedia. Terutama dalam hal furnitur, tata letak, desain, furnitur, dan penyangga, yang semuanya bertujuan untuk memastikan kenyamanan dan kemudahan akses semaksimal mungkin.
Tempat Tidur mudah Diakses
Tempat tidur adalah tempat dimana Sebagian waktu akan anda habiskan. Tempat tidur harus mudah diakses, dan itu berarti memastikan desain dan material yang tepat.
Faktor pertama yang perlu dipertimbangkan saat memilih dan memposisikan tempat tidur aksesibel adalah jalur antara tempat tidur dan pintu masuk. Pastikan ada banyak ruang antara pintu, tempat tidur, dan lemari serta laci untuk memastikan pergerakan di sekitar ruangan semudah mungkin.
Idealnya, harus disediakan akses yang lebar di tiga sisi tempat tidur untuk memungkinkan pengguna kursi roda dapat memilih sisi mana pun untuk tidur.
Tetapi untuk kamar tidur yang lebih kecil, posisi tempat tidur rapat ke dinding untuk menciptakan jalur akses yang lebih lebar.
Kasur harus memiliki tinggi yang sama dengan bantalan kursi roda ini untuk memastikan transfer yang mudah. Penting untuk memasang pagar pengaman di tempat tidur, untuk pengaman lebih bisa di pasang tiang dari lantai hingga plafon. Untuk memaksimalkan pengaman perlu ditambahkan bel darurat yang letaknya di samping tempat tidur.
Pintu Masuk yang bisa dilalui Kursi Roda
Salah satu persyaratan terpenting untuk kamar tidur disabilitas adalah kemudahan aksesnya. Pintu masuk kamar harus dilengkapi dengan pintu akses kursi roda yang dilengkapi pegangan dan rel pegangan. Gagang pintu untuk akses penyandang disabilitas ketinggian nya berada antara 90 cm s/d 110 cm diatas lantai. Pastikan ada cukup ruang untuk menggerakkan kursi roda melewati pintu, bukaan lebar minimum adalah 84cm dan, idealnya, ayunan pintu setidaknya selebar 90 cm. Sisakan celah minimum 38 cm antara bagian atas kusen pintu dan langit-langit. Ini berguna jika kelak akan dipasangan peralatan yang lebih kompleks.
"Penempatan partisi untuk sekat ruangan harus dipilih dengan bijak, pilihlah partisi dengan desain ringan agar interaksi secara visual tetap terjaga."
Jendela yang Mudah Diakses.
Seperti halnya pintu akses bagi penyandang disabilitas, pegangan berbentuk tuas lebih disukai daripada berupa kenop untuk jendela. Idealnya, pegangan jendela Anda harus dapat dioperasikan dengan satu tangan. Pegangan tersebut harus ditempatkan pada ketinggian antara 80-100 cm dari lantai, dan sebaiknya dihindari penggunaan dengan dua tangan. Agar mudah dilihat , berikan warna yang kontras pada pegangan. Persyaratan keselamatan kamar tidur yang mudah diakses mengharuskan setiap bagian jendela yang dapat dibuka tidak lebih rendah dari 80 cm di atas lantai. Jendela yang melebihi batas tersebut harus dipasang railing pengaman. Untuk memastikan pengguna kursi roda dapat menikmati pemandangan, Tinggi jendela tidak boleh lebih dari 90 cm.
Layout kamar tidur yang mudah di akses
Perabot – khususnya yang berkaitan dengan tata letak dan dimensi ruangan – memainkan peran penting dalam menciptakan kemudahan di kamar tidur. Perabot harus kokoh dan stabil, setiap perabot ditempatkan dengan bijak untuk kemudahan manuver bagi pengguna kursi roda.
Pintu lemari harus lebar untuk memungkinkan akses ke seluruh bagian penyimpanan, dengan pintu geser sebagai pilihan yang paling ideal. Gantungan pakaian harus dipasang pada ketinggian 110 – 130cm di atas lantai, sementara tarikan berbentuk D dan laci ringan sebaiknya menjadi pilihan utama.
Lingkaran putar kursi roda minimum adalah 5x5 kaki, jadi ingatlah hal ini saat merencanakan tata letak prabot di kamar tidur.
Tidak lupa juga untuk memasang stopkontak di dekat tempat tidur agar penghuni dapat mengisi daya ponsel dan menggunakan perangkat lain tanpa harus terlalu sering bangun dan duduk.
Dalam hal instalasi listrik, perlu diingat bahwa tidak boleh ada kabel yang berserakan, karena dapat mengakibatkan bahaya tersandung, terutama bagi lansia atau mereka yang memiliki gangguan penglihatan.
Saat memutuskan ruangan mana yang akan di ubah menjadi kamar tidur disabilitas, pastikan harus ada kamar mandi di dekatnya. Sebaiknya, kamar tidur terutama yang dirancang untuk pengguna kursi roda, memiliki kamar mandi dalam.
Memilih Material lantai yang tepat.
Jika Anda mendesain kamar tidur untuk seseorang dengan masalah mobilitas atau gangguan penglihatan, pastikan Anda menghindari permukaan yang licin atau lantai berkarpet sebisa mungkin. Karpet dapat mempersulit pergerakan pengguna kursi roda dan karpet sering menjadi penyebab jatuh dan kecelakaan. Saat memilih lantai untuk kamar tidur disabilitas, pilihlah material anti selip seperti vinil atau karet. Pola yang mencolok dan permukaan yang mengkilap dapat membingungkan penyandang gangguan penglihatan, jadi pilihlah warna yang tidak akan menyatu dengan dinding atau memantulkan terlalu banyak cahaya.
Pertimbangkan Warna Cat Dinding
Bagi siapa pun yang memiliki gangguan penglihatan, transisi dari gelap ke terang perlu dilakukan secara bertahap. Oleh karena itu, sakelar peredup dapat menjadi tambahan yang bagus untuk meningkatkan aksesibilitas kamar tidur Anda. Usahakan kombinasi cahaya alami dan buatan, dan pasang lampu neon untuk menerangi ruang kecil seperti lemari pakaian. Saat memilih warna, di sarankan untuk membuat area dengan blok warna dengan memadukan cat, dekorasi, dan tekstur. Ini akan membantu penyandang gangguan penglihatan ketika mereka ingin mengakses—dan membedakan—fitur dan furnitur di ruangan tersebut.
Tata Letak Sakelar
Kita bergantung pada peralatan dan stopkontak listrik dalam kehidupan sehari-hari, jadi memastikan semuanya mudah diakses sangat penting saat mendesain kamar tidur untuk penyandang disabilitas. Demi kenyamanan pengguna kursi roda, pasang sakelar lampu agar sejajar horizontal dengan gagang pintu dan hindari menempatkan stopkontak dan sakelar lebih dekat dari 35 cm dari sudut ruangan. Minimal, posisi stopkontak dan titik telepon/TV harus dipasang 90 cm di atas lantai, sedangkan peralatan yang terpasang permanen perlu dipasang 100 cm di atas lantai.
Sumber : Internet