Mengenal Elemen-Elemen Fasad Rumah agar Tampilan Lebih Menarik
Fasad menjadi bagian dari rumah yang dilihat pertama kali oleh tamu yang berkunjung. Tentunya kita menginginkan agar fasad dapat tampil sesuai citra yang diharapkan. Agar tidak menimbulkan citra yang salah, sebaiknya kita mengetahui elemen pembentuk fasad. Secara garis besar elemen fasad terdiri dari atap, dinding, bukaan dan pelengkap.
ATAP
Atap
Atap utama adalah merupakan pelindung rumah dari panas sinar matahari, angin dan terpaan air hujan. Bentuk atap sangat tergantung pada bentuk denah bangunan dan keinginan pemilik atau arsitek. Sebaiknya jika ingin memilih bentuk atap, selain memikirkan segi fungsi, kita juga harus memperhatikan segi estetika.
Pemilihan bentuk atap juga harus memperhatikan proporsi dan skala bangunan. Jangan sampai karena pemilihan bentuk yang salah, fasad rumah kita jadi Nampak terlalu tinggi atau terlalu rendah.
Ada beberapa bentuk atap, diantaranya yang cukup sering digunakan adalah atap datar ( dak beton), atap miring satu arah, pelana, atap perisai dan atap joglo. Agar fasad lebih variative , kita dapat menggunakan atap dengan perpaduan dua bentuk atap.
Setelah menentukan bentuk atap, tahap selanjutnya adalah menentukan material penutupnya.
Pemilihan penutup atap harus sesuai dengan konsep fasad rumah.
Untuk bahan penutup ada genteng, genteng keramik, genteng beton. Ada juga yang terbuat dari fiber semen (asbes) , atap metal juga tersedia . ada juga yang terbaru adalah atap berbahan PVC . itulah penutup atap yang dipasang berdasarkan sudut kemiringan. Untuk atap genteng kemiringan yang disarankan adalah kisaran 20 derajat – 60 derajat, sedangkan fiber semen dsb kisaran 10 derajat – 15 derajat. Untuk atap datar (dak beton) kekuatan struktur pelat lantai beton harus diperhatikan.
Teritis dan Kanopi
Perlindungan terpaan panas sinar matahari dan air hujan dapat menggunakan teritisan atau kanopi. Teritisan adalah terusan atap yang berfungsi melindungi rumah dari sinar matahari dan air hujan. Teritis memiliki material dan sudut kemiringan sama dengan atap.
Ukuran Panjang dan lebar teritis tidak terbatas karena merupakan penerusan dari atap. Ukuran yang biasa diterapkan adalah 45cm-80cm. Jika ingin membuatnya lebih Panjang/lebar dapat dilakukan dengan menambah tambahan struktur yang biasa disebut konsol. Konsol dapat terbuat dari kayu. Besi atau baja ringan tergantung selera dan kesesuaian fasad.
Selain menggunakan teritis, kita juga dapat menggunakan kanopi agar terlindung dari cuaca. Kanopi merupakan tambahan atap kecil diatas bukaan (pintu,jendela)
Portico
Portico merupakan ruang terbuka perluasan teras yang memilki atap dan ditopang kolom sebagai strukturnya. Keberadaan portico mempengaruhi fasad rumah karena posisinya berada didepan pintu utama. Portico banyak digunakan pada rumah bergaya klasik karena asalnya adalah teras dengan atap dan kolom pendukung.
Saat ini keberadaan portico juga dapat ditemukan pada rumah-rumah bergaya modern kekinian.
Portico dibentuk dengan adanya atap tambahan dan kolom penopang atap tersebut. Umumnya portico berbentuk persegi empat, pemilihan material juga tak kalah diperhitungkan agar tampilan fasad tetap terlihat elegan.
DINDING
Elemen yang dominan dari fasad adalah dinding. Maka pengolahan bentuk dan pemilihan material serta warna harus diperhatikan agar tampilan fasad menjadi unik dan tidak membosankan. Bentuk dan material yang dipilih harus sesuai dengan karakter dan Kesan yang ingin diciptakan. Bentuk dinding fasad ditentukan oleh denah ruang. Umumnya bentuk dinding mengikuti bentuk denah . agar dinding tidak terlihat monoton dpaat dilakukan pengolahan warna dan material penutup. Material fasad juga harus menggunakan bahan yang sesuai untuk pemakaian luar rumah.
BUKAAN
Pintu
Elemen pintu yang perlu diperhatikan pada fasad adalah pintu utama karena melalui pintu ini semua tamu mendapat aksen masuk dan keluar rumah. Jadi , sekalian dari segi fungsi juga perlu diperhatikan segi estetikanya.
Pintu ini harus didesain agar mempermudah tamu yang berkunjung. Pintu masuk dapat dipertegas secara visual dengan berbagai cara, misalnya dengan menambahkan kanopi atau porticoyang cukup lebar di area pintu.
Pintu utama merupakan pintu yang berhadapan langsung dengan area luar. Untuk itu perlu diperhatikan daya tahan serta material dan keamanan. Untuk material alam seperti kayu dan bambu sebaiknya diberi lapisan pelindung seperti cat atau coating agar tahan terhadap cuaca, rayap dan jamur. Untuk keamanan sebaiknya dipasangkan kunci yang telah di tambahkan Grendel/selot.
Jendela
Jendela berfungsi untuk memasukkan sinar matahari ke dalam rumah dan jalan masuk sirkulasi udara dari luar ke dalam rumah. Disain jendela difasad rumah harus diperhatikan karena jendela dapat menjadi elemen yang mempercantik tampilan fasad.
Hal yang harus diperhatikan dalam menentukan bentuk dan ukuran jendela adalah fungsi ruangan tempat jendela-jendela berada dan posisi penempatannya (orientasi) setiap ruangan memerlukan perlakuan(treatment) jendela yang berbeda.
Bentuk jendela bermacam-macam, sesuai keinginan pemilik atau arsitek. Namum baiknya dipilih sesuai dengan fasad rumah secara keseluruhan. Penggunaan material jendela juga perlu diperhatikan karena dapat menciptakan Kesan tertentu. Umumnya jendela terbuat dari kaca dengan kusen yang terbuat dari kayu atau alumunium .
Lubang angin dan Ventilasi
Agar sirkulasi udara dalam rumah berjalan lancer, diperlukan kehadiran lubang angin atau ventilasi. Umumnya posisi lubang angin berada diatas kusen. Posisi lubang angin sebaiknya saling berhadapan agar udara dapat mengalir lancer. Bentuk lubang angin bermacam-macam biasa nya persegi empat, lingkaran atau kombinasi keduanya.
"Fasad ibarat wajah rumah. Agar dapat tampil menarik, desain setiap elemennya harus mendapatkan perhatian"
BALKON
Balkon dapat menjadi elemen fasad yang menarik jika didesain dengan baik. Bahkan dapat menjadi aksen dari fasad rumah. Terlebih posisinya dilantai atas, sehingga dapat tampil menonjol. Biasanya balkon dibuat jika ada kebutuhan dari dalam ruang untuk berinteraksi dengan area luar.
Posisi balkon yang berada di lantai atas membuatnya harus dilengkapi railing. Railing bermanfaat sebagai pemberi rasa aman dan pelindung agar orang yang berada dibalkon tidak jatuh.
Sebaiknya motif atau ornament railing berupa garis-garis vertical, agar tidak berbahaya bagi anak-anak. Jika menggunakana motif horizontal , akan memungkinkan anak-anak memanjat railing dan itu bisa membahayakan.
Pemilihan bentuk dan material balkon harus disesuaikan dengan konsep fasad. Untuk Kesan modern dapat digunakan balkon berbentuk kotak atau persegi.
PELENGKAP
Membicarakan fasad, kita tidak bisa melupakan dua elemen pelengkap yang dapat membuat fasad rumah menjadi lebih menarik , yaitu vegetasi dan tata Cahaya atau lighting.
Vegetasi
Keberadaan vegetasi dapat membuat fasad rumah berkesan alami dan menyegarkan. Sebagai elemen pelengkap, pengaturan komposisi jenis tanaman dan warna perlu diperhatikan agar tidak terjadi saling tabrak.
Ada berbagai jenis vegetasi yang dapat dipilih. Vegetasi dapat dikelompokkan menjadi pohon, Semak, penutup.
Pohon mempunyai ciri karakter batang dan ranting yang ditumbuhi daun. Ada banyak jenis pohon yang dapat digunakan untuk taman didepan rumah. Antara lain pohon kamboja (plumeria rubra), dadap merah (erytarina cristalagi), palem raja (Roystonea sp), sikas (cycas rumphii), tabetuia(bambun jepang(thyrsostachys siamensis) dan berbagai jenis pohon lainnya.
Semak merupakan tanaman dengan ketinggian sekitar 30 cm – 70 cmdan tidak memiliki batang yang dominan. Semak dapat berupa tanaman hias berbunga maupun tanaman berdaun. Contoh Semak aster(callistephus chinensis), petunia(petunia sp), soka , azalea dan sebagainya.
Penutup tanah (ground cover) bersifat menutupi permukaan tanah dengan ketinggian pendek ( maksimal tinggi 30cm), seperti Semak yang bisa berasal dari tanaman hias berbunga maupun tanaman hias daun.
Pencahayaan atau Lighting
Elemen pelengkap lain yang tidak kalah penting dalam fasad adalah tata Cahaya atau lighting. Tata Cahaya yang kita bicarakan disini adalah tata Cahaya buatan yang berfungsi menerangi fasad pada malam hari. Desain lighting pada fasad diperlukan agar tampilannya tetap menarik pada malam hari.
Dalam mendesain lighting perlu memperhatikan segi estetika, selain fungsi.
Untuk menampilkan estetika fasad, kita perlu tahu bagian mana dari fasad yang ingin di ekspos. Untuk memnimbulkna Kesan mewah dapat menggunakan pencahayaan dari bawah yang menyorot bagian atas. Untuk mendapatkan Kesan modern, dapat menggunakan pencahayaan yang bersifat tidak langsung (tersembunyi) , sehingga hanya efek sinar yang telihat. Untuk fasad kita juga dapat menggunakan Cahaya dekoratif dari lampu dinding atau lampu gantung. Pemilihan lampu dekoratif harus disesuaikan dengan gaya arsitektur fasad rumah.