Icon

Secondary Skin untuk Tampilan Rumah yang Estetis dan Fungsional

Yang dimaksud secondary skin ( kulit atau lapis kedua) adalah lapisan kedua pada fasad bangunan. Setelah tembok, jendela, skylight dan elemen lainnya, diluar dinding terluar bangunan itu terdapat lapisan lain yang dipasang ke tembok. Barangkali anda tidak menduga kalau secondary skin mampu menangkal sinar matahari langsung. Meskipun daya tangkalnya tidak 100% , namun kulit terluar bangunan ini cukup optimal menahan laju suhu panas matahari yang dapat merusak jendela termasuk dinding rumah.
Secondary skin yang terpasang pada jarak tertentu dari dinding rumah misalnya 20cm-40cm, dapat menciptakan ruang kosong untuk sirkulasi udara. Udara panas yang terbawa sinar matahari dapat ditekan ke atas oleh pergerakan angin yang berputar di ruang kosong tadi. Pada desain tertentu, fungsinya juga sebagai bidang transparan yang menetralkan suhu dalam ruangan. Sebut saja secondary skin yang berupa kisi-kisi. Lubang kisi-kisi itu, jika tersorot matahari akan menciptakan efek bayangan dibelakangnya.
Efek bayangan ini yang membuat suhu dinding menjadi rendah. Selain fungsi meredam panas, secondary skin dapat berperan sebagai elemen untuk mempercantik wajah rumah. Dan boleh saja perannya sebagai kosmetik bangunan bagian dinding yang tidak terawatt. Karena Sebagai penghias, penempatannya tidak mesti pada area bukaan jendela, lubang angin dan pintu saja. Ia dapat dipasang pada seluruh dinding dengan jarak tidak lebih pendek, misalnya hanya 10cm. lebih dari itu, lapisan kedua ini juga cukup ditempel sebagai aksen pada satu sisi jalan samping menuju ke halaman rumah.

Tata Letak dan Penempatan

Bagaimana menempatkannya, sehingga wajah rumah indah dan ruangan tidak menjadi panas? Tata letak dan penempatan tergantung peruntukan. Untuk fungsi meredam sinar matahari, pemasangan dapat dilakukan pada bukaan berupa jendela, lubang angin, pintu menuju balkon, jalan masuk dan teras rumah. Berbeda jika penempatannya sekedar pemanis rumah. Penempatannya tidak harus berada pada area bukaan tadi. Tata letaknya boleh Dimana saja, asalkan sesuai dengan konsep dan skala bidang dinding rumah.

"Fungsinya sebagai lapisan penahan sinar matahari. Selain itu dapat memperindah wajah rumah"

Jendela dan Lubang Angin

Penempatan secondary skin menempel pada luar jendela. Jarak penempatkan sesuai dengan bentuk dan ukuran jendela. Jarak untuk memudahkan daun jendela dibuka dan ditutup, termasuk untuk perawatan misalnya membersihkan debu, atau sarang laba-laba yang bercokol di sekitarnya. Jarak minimal disesuaikan dengan lebar daun jendela 40cm. Cara yang sama berlaku juga penempatan secondary skin untuk lubang angin.

Pintu dan Balkon

Karena terdapat balkon, maka penempatannya menempel pada railing balkon, lantai, juga atap. Jarak secondary skin sesuai lebar dan Panjang balkon. Hanya saja, penempatan pada tepi lantai perlu diimbangi dengan cara pasang yang tepat. Karena jika tidak pas secondary skin mudah terbentur kaki mapupun sapu saat membersihkan lantai.

Jalan Masuk dan Teras

Penempatan berada pada area plafon, jalan masuk dan teras. Tata letak ini untuk menutupi sekaligus menghalau sinar matahari hang menerobos ke teras. Namun pastikan pemasangan tidakmengganggu sirkulasi orang yang lalu Lalang di teras. Ketinggian harus disesuaikan agar tidak membentur kepala orang lewat. Perhatikan juga ukuran secondary skin dan luas bidang atap jalan masuk dan teras, sehingga fungsinya optimal.

Pada Dinding

Penempatan ini untuk fungsi estetika saja. Oleh sebab itu, boleh dibagian mana saja, asalkan harmonis dengan luas bidang fasad. Kalau sebagai penutup wajah rumah, penempatannnya memenuhi 2/3 dari luas bidang fasad. Namun jika sebagai pemanis saja cukup 1/3 dari luas bidang fasad. Ukuran ini tidak mendominasi, cukup pas sebagai pemanis wajah rumah.

Bagikan :